Sabtu, 09 September 2017

Dakgangjeong - 닭강정(Korean Fried Chicken)

Dakgangjeong merupakan satu sajian olahan ayam a la Korea, sejenis chicken karaage-nya Jepang. Bisa dibilang bahan dan pengolahan dasarnya sama dengan chicken karaage. Kenapa menu Korea banyak yang mirip dengan menu Jepang ya? di Korea juga ada versi sendiri dari mochi, sushi, kamaboko, dorayaki, sukiyaki, ramen, nikkuman dll. Tentu saja, Selain didukung posisi geografis, Korea merupakan salah satu negara bekas jajahan Jepang, banyak jenis masakan Jepang yang dibawa dan diperkenalkan ke Korea saat itu, seiring perkembangan zaman, Korea pun mengadaptasi resep-resep masakan tersebut dengan menambahkan bumbu-bumbu khas daerah mereka dan tentu saja dengan nama yang berbeda pula. Korea banyak mengadaptasi masakan orisinil Jepang, sedangkan Jepang banyak mengadaptasi masakan dari China.

Perbedaan chicken karaage dengan dakgangjeong terletak pada adonan tepung dan penyajian setelah matang. Jika karaage menggunakan adonan tepung basah, dakgangjeong menggunakan tepung kering. Karaage biasanya disajikan dengan campuran saus mayo yang terpisah, dakgangjeong disajikan berbalur saus pedas manis yang kental sehingga bumbu sausnya lebih meresap, lebih beraroma. Efek double fry membuat kulit dakgangjeong masih renyah keesokan harinya. Aju mas-issneun!
Ada bahan dan takaran yang sedikit saya modifikasi dari resep asli, namun tidak merubah cita rasa aslinya. Untuk resep-resep oriental, saya jarang sekali menggunakan kecap asin, saya juga tidak menyediakan stok kecap asin di dapur, terlebih kecap asin mengandung bahan MSG. Penggantinya saya pakai kecap ikan.


Dakgangjeong - 닭강정(Korean Fried Chicken)
(Source: maangchi)

Bahan:
1,5 kg daging ayam, potong-potong (saya pakai bagian dada, sayap dan paha)
½ sdt garam
½ sdt lada hitam bubuk
1 sdt jahe, cincang halus
85 gr (or more) tepung maizena
40 gr kacang tanah (optional)
4 siung bawang putih, cincang halus
8 bh cabe merah kering, potong-potong
50 ml kecap asin encer (saya pakai kecap ikan)
150 gr corn syrup/ glukose syrup (saya pakai madu)
1 sdm cuka encer
1 sdm mustard
1 sdm brown sugar (saya skip)
1 sdm wijen putih sangrai
Grapeseed oil/minyak biji anggur atau boleh minyak sawit biasa (saya pakai minyak sawit+ minyak biji bunga matahari)

Cara membuat:
1. Bumbui daging ayam dengan garam, lada dan jahe. Aduk rata.
2. Baluri masing-masing dengan tepung maizena, tekan-tekan dan padatkan.
3. Goreng dalam minyak panas hingga kekuningan
4. Angkat, goreng kembali hingga kecoklatan. Tiriskan.
5. Goreng kacang tanah dengan api kecil sebentar,sisihkan
6. Saos: tumis bawang putih dan cabe merah kering hingga wangi. Tambahkan kecap asin, corn syrup, cuka, mustard,brown sugar (bila pakai). Aduk hingga mengental.
7. Masukkan ayam dan kacang ke dalam saos, aduk rata. Tuang ke piring saji, taburi wijen.

Rabu, 19 April 2017

Kuro Burger - 山葵黒バーガー (LBT #41)

Burger unik ini saya buat setelah terinspirasi dari menu khusus Burger King di Jepang yang terdiri dari kuro pearl burger dan kuro diamond burger. Kuro diamond burger isiannya lebih simpel, yaitu hanya saus hitam, daging burger dan keju slice hitam. Sedangkan kuro diamond burger isiannya lebih komplit dilengkapi sayuran. Ada lagi satu menu unik dan lucu, kuro ninja burger yang dibagian tengah disisipi daging tipis yang memanjang hingga keluar burger seperti lidah, kesannya seorang ninja yang mencibir, hihiy.. ada-ada aja^^. Selain warnanya yang unik, burger ini memiliki khas dari rasa sausnya yang Jepang banget, sejenis saus teriyaki yang diberi tinta cumi. Selebihnya tidak ada yang spesial, sama seperti burger biasa. McDonald juga pernah mengeluarkan menu burger hitam yang warnanya lebih soft (keabu-abuan), seolah-seolah sebagai tandingannya Burger King. Meskipun McDonald berdalih menu ini terinspirasi dari dark vader-nya Star wars.. yaa tetap saja masyarakat awam menilai menu ini sekedar menyaingi kuro burgernya Burger King di Jepang. Apapun alasannya, burger hitam Burger King tetap dinilai lebih unggul dibanding burger hitam McDonald.

(Credit: kron4.com & joeydevilla.com)

Kebetulan ada stok pasta dan tepung wasabi di rumah jadi sekalian saja saya kombinasikan dengan burger ini. Rasanya? oishii nee.. maknyuss di lidah saya, tentu saja karena saya suka wasabi-nya^^. Bagi saya, dengan adanya wasabi tidak perlu penambahan lada hitam bubuk lagi. Aroma dan rasanya yang tajam cukup menyentil indera pengecap di lidah. Berbeda dengan cabe atau merica yang bila kelebihan mengkonsumsinya akan terasa panas hingga ke telinga, wasabi akan langsung menyerang ke hidung, kalau diilustrasikan lewat karikatur tuh sudah seperti banteng mengamuk, hidungnya berapi-api, xD. Kalau di resep aslinya, warna hitam yang terdapat pada burger bun berasal dari tepung arang bambu (bamboo charcoal powder). Karena saya tidak menemukan bahan tersebut disini maka saya menambahkan tinta cumi saja, begitu juga untuk keju slice homemade-nya. Untuk saus teriyaki tidak saya tambahkan tinta cumi lagi.
Penampakannya memang rada menjijikan seperti burger gosong atau habis kecebur got limbah aspal, hahaa. Tapi rasanya enak seperti burger umumnya. Kalo bule-bule bilang gross looking, great tasting^^.

Resep burger ini saya gabungkan dari beberapa sumber, seperti homemade slice cheese-nya dari hungry happening & ballistic BBQ tapi bahannya sedikit berbeda^^.. tapi yang paling utama teknik pembuatan kuro burger saya lihat dari ballistic BBQ. Sedangkan resep rotinya dimodifikasi dari resep burger bun sebelumnya.


Kuro Burger - 山葵黒バーガー (LBT #41)
(Source: hungry happening, ballistic BBQ)

Bahan:
Burger bun:
125 ml air hangat
1 sdm margarin
1 sdm charcoal powder
1 btr telur uk. kecil, kocok lepas
200 gr tepung terigu protein tinggi
25 gr gula pasir
1/2 sdt garam halus
1/2 sdm ragi instant

Burger meat:
100 gr daging ayam cincang
2 sdt bawang putih bubuk
1 sdt parutan jahe
1 sdt kecap asin (saya pakai kecap inggris+ sedikit garam)
1 lbr roti tawar

Black slice cheese:
4 lbr keju lembaran
1 sdt charcoal powder/arang bubuk
50 ml susu cair
Pasta pewarna hitam secukupnya

Saus tinta cumi:
1 sdt tinta cumi
1 siung bawang putih, cincang halus
1 tangkai daun bawang
1/2 sdt maizena
Garam dan merica
Air secukupnya

Pelengkap:
Mayones, tomat, saos sambal/ saos tomat dan daun selada.

Cara membuat:
1. Burger bun/patty: Campur semua bahan kecuali margarin dan garam, uleni/mixer hingga kalis. Masukkan garam dan margarin, uleni hingga kalis elastis. Bulatkan dan diamkan dalam wadah tertutup selama satu jam. Kempiskan adonan, bagi adonan menjadi  bebrapa bagian, bentuk bulat pipih seukuran roti burger/patty, susun diatas loyang, beri jarak, tutup dengan kain lembab. Diamkan selama 30 mnt. Panggang selama 10-15 menit pada suhu 180C.
2. Burger meat: Campur semua bahan, remas-remas hingga tercampur-rata. Ambil satu bagian adonan bentuk bulat pipih. Ulangi untuk sisa adonan. Kerjakan hingga selesai. Panaskan wajan datar, oles sedikit margarin/mentega. Panggang patty satu persatu hingga habis.
3. Black slice cheese: Panaskan susu, masukkan keju lembaran, aduk-aduk hingga larut, tambahkan charcoal powder dan pewarna hitam. Aduk rata. Tuang ke atas silpat atau kertas roti. Dinginkan di dalam lemari es hingga set. Potong-potong.
4. Saus tinta cumi: Tumis bawang putih dengan sedikit minyak hingga wangi, tambahkan daun bawang, tinta cumi dan air. Aduk rata hingga mendidih. Masukkan garam, merica dan maizena. Aduk hingga agak mengental. Angkat.
5. Penyajian: Belah roti, oleskan mayones diatas bagian bawah belahan roti, tutup dengan patty, black slice cheese, daun selada, tomat, saos dan diakhiri dengan bagian atas belahan roti.