Rabu, 26 Oktober 2016

Gyudon -野菜たっぷり牛丼 作り方 レシピ- (Vegetable Gyudon)

Di freezer masih ada stok daging kurban, saya berpikir ingin membuat sajian sekali santap yang enak dan cepat. Pilihan jatuh pada gyudon ini, menu ini lebih sehat karena menggunakan bahan-bahan minim kalori dan lemak. Saat ini saya tidak memakai pelengkap mie, jamur dan beni shoga karena tidak ada stok. Tapi tanpa bahan-bahan pelengkap tersebut rasanya sudah cukup enak bagi saya, cuma kalau ada beni shoga rasa nya akan lebih nampol, hehe. Untuk membuat daging sukiyaki yang tipis, saya mengiris daging setipis-tipisnya pada saat kondisi masih beku. Takaran dan beberapa bahan di bawah ini sudah disubstitusi dari resep aslinya.


Gyudon -野菜たっぷり牛丼 作り方 レシピ- (Vegetable Gyudon)
(Source: cooking with the dog)

Bahan:
160 gr daging sapi, iris tipis
100 gr bawang bombay, cincang
100 gr Shirataki noodles (saya tidak pakai)
30 gr wortel, potong-potong
50 gr jamur tiram/shimeji/shiitake/enokitake (saya tidak pakai)
3 bh okra, potong jadi dua bagian

Kaldu:
150 ml dashi Stock (saya pakai 150 ml air direbus dengan 5 gr katsuobushi + 1 sdt wakame)
2 sdm jus anggur
1 sdt perasan jeruk lemon
2 sdm kecap manis
Garam secukupnya
10 gr jahe, parut kasar

Pelengkap:

Beni shoga/acar jahe (saya tidak pakai)
Nasi panas, paprika bubuk (tambahan dari saya)

Cara membuat:

Selasa, 25 Oktober 2016

Okra Balado

Lama sekali saya tidak update resep, ini dikarenakan kesibukan dan aktifitas sebagai ibu rumah tangga yang sedikit bertambah porsi nya. Saya akan mencoba cicil tumpukan resep yang sudah lama tersimpan di draft. Resep-resep yang tersimpan hampir 2 tahun, sejak mulai hamil ke-2 (dua) hingga putra saya sudah berusia satu tahun lebih sekarang, hehe.
Okra (lady finger), umumnya di Indonesia disebut kacang lendir. Orang India menyebutnya bhindi, kalau tetangga saya yang orang melayu menyebutnya kacang lomek (soalnya berlendir seperi ikan lomek^^). Okra memiliki banyak manfaat, diantaranya untuk menstabilkan gula darah (diabetes), melembabkan kulit, merawat saluran pencernaan, mengatasi radang sendi, meringankan radang paru paru dan sakit kerongkongan. Kalau di luar negeri sajian okra sangat ekslusif dan mahal, mungkin karena khasiatnya ya, jadi sayang sekali kalau kita punya tanamannya tapi tidak dimanfaatkan.

 

Okra

Beberapa tahun yang lalu, sebelum saya tahu tanaman ini tumbuh di belakang rumah (bahkan hampir dicabut karena tidak tahu kegunaannya^^'), saya sempat melihat sebuah resep olahan okra di sebuah website masakan Asia, awalnya saya kira itu sayur gambas/oyong tetapi penampakan bagian luarnya berbeda. Karena belum pernah melihat sebelumnya, resep tersebut saya lewati begitu saja walaupun terlihat menarik dan menggugah selera. Setelah tahu segudang khasiat okra bagi kesehatan, saya pun mulai rajin mengolah tanaman ini.

Okra goreng tepung

Sajian paling favorit adalah okra goreng tepung dan okra balado. Di bawah ini adalah olahan tumisnya, Resepnya dari tumis pare balado yang biasa saya buat untuk keluarga, ditambah sedikit variasi bumbu.


Okra Balado

Bahan:
250 gr okra/lady finger, cuci bersih, buang pangkalnya, potong-potong
5 sdm teri medan/teri nasi, goreng kering
5 sdm cabe giling
4 bh bawang merah
2 siung bawang putih
1 bh asam sunti, penyet pakai ulekan
1 bh tomat, cincang
¼ sdt merica bubuk (optional)
2 btg seledri, iris-iris
Garam dan gula secukupnya

Cara membuat:
1. Panaskan minyak, goreng okra sebentar (menggoreng okra bertujuan untuk mengurangi jumlah lendir yang keluar). Angkat dan tiriskan.
2. Tumis bawang bombay dengan sisa minyak tumisan okra hingga layu dan kecoklatan. Masukkan cabe giling dan asam. Aduk terus hingga aroma langu cabe hilang.
3. Tambahkan tomat dan garam, aduk-aduk hingga tomat layu. Kecilkan api. Masukkan merica bubuk dan gula. Aduk rata dan masak hingga aroma bumbu tercium wangi.
4. Masukkan okra, aduk rata. Angkat. Pindahkan ke piring saji. Taburi dengan seledri. Sajikan.