Minggu, 06 Mei 2012

Sup Ayam Patah Lado Mudo (Serba-serbi labu kuning)


Labu kuning (labu parang) merupakan salah satu buah favorit saya, sebagai orang awam selama ini yang saya tahu labu kuning hanya diolah menjadi kolak. Semenjak Papa saya menanam bibit labu di kebun sebelah rumah, Mama saya mulai sering membuat sayur menggunakan daun labu. Bahkan kata mama saya ini menu khas sumatra barat, ee??.. saya saja baru tahu ada menu seperti ini. Saya sedikit surprise dengan keberadaan buahnya sebanyak 3 biji diantara rerimbunan daunnya. Waktu buah yang pertama matang saya lumayan bingung mau mengolah buahnya menjadi apa, karena rasanya sedikit membosankan bila harus membuat kolak terus, apalagi sifat buah ini tidak bisa tahan lama berminggu-minggu walau berada didalam lemari es, ditambah dengan isi lemari es yang semakin bertambah setiap harinya sehingga menggeser keberadaan si buah labu yang menginap didalamnya.


Situasi ini mendorong saya untuk mencari berbagai resep yang berhubungan dengan labu kuning, resep yang cenderung mudah bahan-bahannya atau cara membuatnya, tidak repot dan tentu saja yang enak, hehe. Dari sekian banyak resep yang menggunakan labu, berikut yang pernah saya coba.. (tetapi tidak menutup kemungkinan saya akan mencoba resep-resep yang lain yaa..^^), yaitu cake labu kismis (kabocha raisin cake), pie labu, brownies labu, puding labu, sayur labu, sup ayam patah lado mudo (cabe muda/cabe hijau;minang/sumatra barat), kue kering labu tanpa telur (eggless pumpkin cookies). Mudah-mudahan akan saya posting juga resep-resepnya.
 

Rencananya saya juga ingin membuat donat labu dan cheese cake labu, khusus cheesecake saya harus memberi creamcheese-nya dulu ke swalayan yang lumayan jauh dari rumah saya, jadi kapan-kapan saja deh^^.
Resep-resep diatas akan saya share tetapi nyicil satu-satu dulu yaa..^^. Pertama yang akan saya bagi disini adalah resep nusantara dahulu, yaitu Sup ayam patah lado mudo. Konon resep ini aslinya dari Bukittinggi, Sumatra Barat. Dulu saya sering mendengar jenis masakan ini tetapi belum pernah mencobanya, padahal Papa saya asli dari Bukittinggi^^. Mungkin karena kita sudah lama tinggal diperantauan sehingga tidak semua kuliner asli daerah yang pernah dibuat mama saya. Lagipula jarang sekalaia ada yang menjual daun labu di pasar terdekat apalagi di warung-warung. Mengenai masakan ini, kalau boleh saya jelaskan sedikit saja, cita rasanya enak, unik dan menyegarkan. Daun labunya begitu lembut, kuahnya gurih pedas gabungan cabe hijau dengan merica, dijamin makan kita akan nambah sekali lagi^^.. bahkan saya sering nambah dengan semangkuk sayur daun labunya tanpa nasi. Berikut resep versi keluarga saya..


Sup Ayam Patah Lado Mudo

Bahan:
½ ekor ayam, bersihkan, potong-potong
2 genggam daun labu kuning (kira-kira sama beratnya dengan 1 ikat kecil sayur kangkung karena saya tidak pernah timbang), bersihkan dengan menguliti tangkai mudanya karena bagian ini sedikit kesat/seperti berbulu
10 bh cabe hijau, patah-patahkan (versi asli sebagian digiling halus)
5 siung bawang merah, iris
2 siung bawang putih, iris
1 bh kayu manis
6 butir merica, haluskan (bila suka lebih pedas boleh tambahkan mericanya)
1/8 buah pala, haluskan
1 bh kapulaga
2 bh bunga lawang
2 bh cengkeh, haluskan
2 btg daun bawang, potong 1 cm
3 btg seledri, cincang kasar
2 lembar daun jeruk
1 btg serai, memarkan
2 cm lengkuas, memarkan
Minyak goreng secukupnya
Garam secukupnya
Air untuk merebus ayam

Cara membuat:
1. Rebus ayam dengan sedikit garam hingga empuk (saya pakai presto, kira-kira 25 menit).
2. Tumis bawang merah dan bawang putih hingga layu, tambahan serai dan lengkuas. Matikan api setelah wangi. Sisihkan
3. Masukkan kayu manis, kapulaga, bunga lawang, merica, pala, cengkeh dan cabe hijau ke dalam rebusan ayam. Aduk-aduk hingga mendidih.
4. Tambahkan tumisan tadi, daun labu, daun jeruk dan garam. Aduk sebentar dan tunggu hingga mendidih kembali. Matikan api. Tuang ke dalam mangkuk saji. Hidangkan.

Tidak ada komentar: